Sabtu, 26 Juli 2014

BUKU GUDANGNYA ILMU, MEMBACA ADALAH KUNCINYA



ELEKTRONIK LEARNING

A.    Pendahuluan
Pengaruh  globalisasi merambah berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan yang paling utama dalam hal perkembangan arus informasi dan teknologi yang berlangsung sangat pesat dan tiada batas. Tingkat persaingan di antara individu maupun negara sangat tinggi. Kondisi inilah, menuntut adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang seimbang. Peningkatan kualitas tersebut salah satunya dapat ditingkatkan melalui pendidikan. Pendidikan tidak lepas dari proses belajar dan pembelajaran. Pembelajaran merupakan proses pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok, dan lembaga.
Akan tetapi penyelenggaraan proses pembelajaran di sekolah-sekolah masih cenderung bersifat teacher centered. Guru menyampaikan pemaparan materi menggunakan metode ceramah atau membaca materi yang disajikan dalam slide powerpoint kemudian melakukan tanya jawab pada siswa. Peran aktif siswa yang kurang dalam pembelajaran mengakibatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi cenderung lamban dan hasil yang dicapai siswa masih kurang. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendekatan pendidikan harusnya bersifat dinamis bukan jalan di tempat, demikian pula gaya belajar yang dialami oleh siswa sudah mengalami perubahan akibat kemajuan teknologi dan masyarakat yang maju. Pembelajaran dapat dilakukan oleh siswa tanpa harus bertatap muka dengan guru, demikian sebaliknya guru dapat melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan sumber belajar lainnya yang pada setiap saat dapat diakses tanpa mengenal waktu, lingkungan, dan kondisi. Oleh sebab itu, pembelajaran membutuhkan penggunaan teknologi yang dapat memberikan informasi dengan mudah dan cepat. Penggunaan teknologi tersebut dilingkungan pendidikan dikenal dengan E-learning (pembelajaran berbasis komputer).
B.     Pengertian E - Learning
Banyak orang menggunakan istilah e-learning yang berbeda-beda, tetapi pada prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronik sebagai alat bantunya. Untuk menyederhanakan istilah, maka electronic learning disingkat menjadi e-learning. Kata ini terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronic’dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Sehingga sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Sedangkan menurut Departemen Pendidikan New Zealand dalam Hartoyo (2012: 112 )mendefinisikan e-learning sebagai: “Learningthat is enabled or supported by the use of digital tools and content. Ittypically involves some form of interactivity, which may include on-line interactionbetween the learner and their teacher or peers. E-learning opportunities areusuall accessed via the internet, though other technologies such as CD-ROM arealso used.”
Dengan demikian, e-learning merupakan proses pembelajaran yang dilaksanakan atau didukung dengan penggunaan sarana atau materi pembelajaran digital. Dalam pelaksanaannya, terdapat interaksi on-line antara siswa dan guru, maupun dengan teman  sendiri, berarti pula dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. E-learning pada umumnya dilaksanakan melalui internet, meski ada pula yang menggunakan teknologi lain seperti CD-ROM. Jadi, e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronik seperti audio, videotape, transmisi satelit atau komputer.
           C.     Tujuan E – Learning
Proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan dan didukung oleh sarana digital ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam belajar dan meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Bates dalam Hartoyo (2012: 116) mengemukakan bahwa tujuan diterapkannya pendekatan e-learning sebagai berikut :
a.    Meningkatkan akses terhadap kesempatan belajar (increase access to learning  opportunity) dan fleksibelitas siswa dalam belajar. Dalam hal ini, e-learning mampu meningkatkan kesempatan belajar dan fleksibilitas siswa dalam belajar melalui berbagai sarana dan metode pembelajaran yang digunakan.
b.    Meningkatkan kualitas pembelajaran (enhance general quality).
c.    Mengembangkan keterampilan dan kompetensi (develop skills and competencies) yang diperlukan siswa serta memberikan bekal kecakapan digital yang diperlukan dalam bidang ilmu, profesi, atau karir mereka.
d.   Mengakomodasi beragamnya gaya atau cara belajar (to meet the learning sytles/needs)siswa.
e.    Meningkatkan efektivitas dana (cost effectivinees), terutama pada tataran pendidikan menengah
D.    Karakteristik E-learning
Pembelajaran elektronok ini memiliki karakteristik antara lain :
a.    Memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang bersifat protokoler dan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
b.    Memanfaatkan keunggulan computer (digital media dan computer networks), bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja apabila yang bersangkutan memerlukannya
c.    Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati, Onno W.Purbo (2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e-learning,yaitu “sederhana, personal, dan cepat”.
Dengan demikian pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan materi pelajaran secara on-line saja, tetapi harus komunikatif dan menarik. Materi pelajaran didesain seolah peserta didik belajar di hadapan pengajar melalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem elearning-nya.
E.     Kelebihan dan Kelemahan e-Learning
1.    Kelebihan
Ada banyak kelebihan yang terkait dengan studi online, diantaranya :
1)        pembelajaran jarak jauh dapat menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, karena kita tidak perlu membuang-buang waktu dan uang
2)        Kita dapat memilih program yang benar-benar sesuai dengan kepentingan atau kebutuhan profesional, karena kita tidak terbatas untuk kelas yang ditawarkan di tingkat local.
3)        Kita dapat terus bekerja, karena kita tidak perlu khawatir tentang waktu di jadwal kerja kita.
4)        Studi online ini juga pilihan yang bagus untuk para pelajar dengan cacat fisik, yang mungkin mencegah mereka dari bepergian ke kampus tradisional.
5)        Pendidikan online memiliki kemampuan untuk mengatur waktu belajar kita sendiri.
6)        Kita dapat mencari perubahan promosi atau karier yang memerlukan pelatihan tambahan
7)        Kita akan siap untuk mempelajari sesuatu yang baru.
2.        Kelemahan
Meskipun ada banyak keuntungan dari pendidikan online, ada juga beberapa kelemahan, diantaranya :
             1)        Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
            Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses      
            belajar mengajar.
             2)    Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong   
                  tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
             3)      Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
            4)   Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional,    
                  kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information,  
                  Communication and Technology).
              5) Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah 
                  tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
             6)   Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet.
             7)   Kurangnya penguasaan bahasa computer

DAFTAR PUSTAKA
Salma Dewi P, Mozaik Pendidikan e-learning. Kencana


Jumat, 25 Juli 2014

Kesan dan pesan



KESAN DAN PESAN UNTUK AYAHANDA DR. HUDIANA HERNAWAN, MS



Tak terbayang dapat mengikuti perkuliahan di jurusan Teknologi Pembelajaran, bermimpipun belum pernah sama sekali, apalagi bertemu dengan seorang dosen yang sangan cerdas, enerjik, serta berpenampilan begitu elegan. Jadi segan kalau saya harus memberikan kesan, pesan apalagi harus memberikan kritik dan saran terhadap ayahanda terhormat….  
Namun, karena permintaan ayahanda terhormat dengan berat hati saya berkomentar :
Pertamakali memasuki perkuliahan di semester 2, saya masih ragu apakah dapat lanjut atau tidak, apalagi ketika mengikuti perkuliahan tentang Teknologi Informasi yang ayahanda Hudiana Terhormat ampu, terus terang berat rasanya karena bekal saya tentang teknologi informasi sangat minim, tetapi saya terus berusaha mengikuti pembelajaran yang ayahanda berikan dengan penuh keingintahuan dan berkat penjelasan dari ayahanda yang begitu detail dan sangat jelas Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya memahami tentang teknologi Informasi meskipun belum semahir teman-teman mahasiswa lainnya yang sudah menguasai teknologi sebelumnya, tapi dalam hati bertekad “aku harus berhasi…..l!!!”. akhirnya alhamdulilla saya lanjut sampai sekarang di ujung semester 2 mudah-mudahan lancer sampai selesai, Amin, Hal ini mungkin salah satunya berkat termotivasi oleh ayahanda yang sangat cekatan dalam menguasai berbagai program Teknologi Informasi.
Sekarang saya menyukai apa yang diberikan dalam perkuliahan, namun sebelumnya sepintas kadang terasa berat apabila menerima tugas yang diberikan oleh ayahanda, tapi lama-lama saya menyukainya apalagi kalau diberi tugas untuk memposting, suka banget….saya sangat berterimakasih sekali karena yang tadinya saya awam dengan Teknologi Informasi, namun sekarang saya jadi mengetahuinya meski masih “ lelengkah halu” hee…dan masih harus terus di bombing terutama berterimakasih juga buat sahabat saya yang selalu membimbing saya, Pak Wandi….makasih ya….
Akan tetapi peribahasa mengatakan “tak ada gading yang tak retak” untuk itu sedikit masukan buat ayahanda, menurut penilaian saya, entah rekan yang lainnya dalam menjelaskan ayahanda terlalu cepat, terkadang saya kedodoran mengikuti apa yang ayahanda jelaskan. Yang lain-lain…..saya kira is Ok!
Itu saja mungkin komentar saya tentang ayahanda, terimakasih atas bimbingan nya…..Hapunteeen pisan…kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. Hatur nuhun pisan.

Kamis, 24 Juli 2014

BUKU GUDANGNYA ILMU



DIGITAL BOOK SOLUSI YANG BERARTI


Secara umum, orang mengenal dan mengetahui contoh nyata dari sebuah dokumentasi adalah  dari catatan atau tulisan. Dengan catatan dan tulisan itulah, orang bisa mengetahui maksud yang terkandung dari dokumentasi tersebut. Dahulu Manusia menyampaikan pesan melalui prasasti, prasasti ini merupakan salah satu contoh bentuk dokumentasi. Kemudian, setelah kertas ditemukan oleh bangsa Cina pada tahun 101 Masehi, kegiatan tulis-menulis semakin maju dan berkembang. Bahkan, setiap peristiwa dan kejadian yang menimpa umat manusia dapat di abadikan (dokumentasi sejarah) dengan baik.
Seperti kita ketahui, buku cetak memerlukan dukungan bahan baku (kertas). Bahan baku kertas ini bersumber dari alam, yaitu tumbuhan dan pepohonan (serat selulosa dan hemiselulosa) yang mengakibatkan penggundulan hutan terus terjadi. Upaya untuk melakukan penghijauan kembali (reboisasi), cenderung lambat. Kondisi seperti ini jelas akan mengakibatkan pasokan bahan baku kertas berkurang. Imbasnya, tentu saja melambungnya harga kertas. Apabila harga kertas tinggi, maka harga sebuah buku menjadi mahal.
Memang ironis sekali, di saat bangsa Indonesia sedang berupaya dengan sungguh-sungguh untuk memberikan layanan pendidikan kepada rakyat, namun di sisi lain harga buku melambung tinggi. Kondisi demikian menyulitkan keuangan para orang tua murid yang sebagian besar melakukan cicilan pembayaran untuk membeli buku, baik  tingkat SD, SMP, SMA, maupun perguruan tinggi.
Tidak menutup mata mayoritas penduduk Indonesia berada pada golongan menengah ke bawah. Konsentrasi orangtua pada golongan ini tentu saja tertuju pada masalah biaya ekonomi rumah tangga. Namun, ada sebagian orang tua yang rela dan ikhlas bersusah payah mengupayakan anak-anaknya agar dapat membeli buku sekolah. Tujuannya hanya satu, agar anak-anaknya bisa pandai berguna bagi bangsa dan negara.
Meskipun di tengah impitan harga yang melonjak tinggi, mereka pihak-pihak yang bergerak di bidang penerbitan media cetak (pihak penerbit) masih sanggup bertahan dengan segala idealismenya dan menjaga harga buku supaya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tiada lain meski tidak dipungkiri di samping berhubungan dengan inkam tetapi ada yang lebih penting yaitu berkenaan dengan betapa pentingnya arti sebuah dokumentasi dan bukulah sarananya.
Mengingat begitu pentingnya peran dan fungsi sebuah dokumentasi, para ahli dan pakar di bidangnya memikirkan cara untuk membuat sebuah dokumentasi. Dengan tujuan, dokumentasi tersebut mudah dibaca, dipahami dan digunakan, akan tetapi dari gambaran tersebut masih ada ancaman lain yang menunggu, yaitu masalah pelapukan kertas. Bila tidak dirawat dengan baik, buku mudah rusak. Bahkan berbagai gangguan seperti rayap, lingkungan, dan suhu udara akan  berpengaruh pada kelembaban menyebabkan kualitas sebuah buku cepat sekali mengalami degradasi (kerusakan).
Maka sungguh disayangkan buku yang sangat tidak ternilai harganya rusak seiring berlalunya waktu. Untuk itu tentu diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang intensif agar kualitas buku dapat tetap terjaga dengan baik. Karena  dilihat  dari segi biaya pun, buku memerlukan dana yang tidak sedikit.
Selanjutnya, karena  kecintaan orang terhadap membaca dan menulis semakin menurun, maka perlu mendapat dukungan yang maksimal dari pemerintah untuk menjaga minat warga agar tetap senang membaca dan menulis meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi. Pemerintah bahkan semua orang  khususnya yang berkecimpung dalam dunia pendidikan perlu memikirkan satu terobosan baru untuk menciptakan buku yang mudah didapatkann dan di akses oleh seluruh warga masyarakat,
Akhirnya para ahli melalui bidang teknologi informasi berhasil membuat satu inovasi untuk mengatasi masalah-masalah yang di hadapi dalam proses pembuatan dan perawatan buku cetak. Inovasi itu adalah lahirnya buku digital (buku elektronik).
Apa sebetulnya Buku Digital atau (Digital Book) ?


Menurut wikipedia Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Dewasa ini buku elektronik diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg, doc lit dan html. Masing-masing format memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan juga bergantung dari alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut.
Salah satu usaha untuk melestarikan literatur berbentuk buku yang banyak jumlahnya dan memerlukan biaya perawatan yang mahal adalah dengan melakukan transfer dari bentuk buku ke bentuk buku elektronik. Dalam hal ini akan banyak ruang dan juga upaya yang dihemat untuk merawat literatur-literatur tersebut.
Amazon Menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan Buku elektronik ini, mereka menggunakan buku elektronik semakin populer karena dapat dibaca kapan saja dimana saja dengan Kindle, salah satu tablet luncuran mereka. Buku elektronik dapat dibuka dengan berbagai macam software diantaranya Adobe Acrobat, Microsoft Word dan masih banyak lagi tergantung format yang dimiliki.
Pendapat lain menyebutkan E-book adalah singkatan dari Electronic Book atau buku elektronik. E-book tidak lain adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibuka secara elektronis melalui komputer. E-book ini berupa file dengan format bermacam-macam, ada yang berupa pdf (portable document format) yang dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya. Ada juga yang dengan bentuk format htm, yang dapat dibuka dengan browsing atau internet eksplorer secara offline. Ada juga yang berbentuk format exe. Pada kebanyakan e-book menggunakan bentuk format pdf. Karena lebih mudah dalam mempergunakannya dan mudah dalam mengolah security.
Seiring berkembangnya dunia digital saat ini, ebook juga berkembang menjadi suatu produk yang sangat disukai oleh orang-orang. Selain ebook dalam bentuk pdf, kita juga dapat menjumpai ebook dalam bentuk exe. Sama seperti ebook berbentuk pdf, ebook dalam bentuk exe ini juga harus kita installernya. Agar nantinya kita dapat membaca ebook tersebut.
Dunia ebook saat ini memang menjadi suatu trend dan sangat memudahkan orang-orang penulis untuk dapat menyebarkan tulisan-tulisannya dengan mudah dan gampang. Dengan pemikiran teknisnya aja, kita dapat membayangkan jika ebook tidak memakan biaya yang sangat besar seperti halnya dengan sebuah buku. Macam-macam tulisan banyak terdapat dalam ebook yang mempunyai berbagai kategori penulisan juga. Nah,anda dapat download e-book gratis dari saya.
Banyak kelebihan dari buku digital diantaranya :
1)      Penulisan atau pencatatan pada buku digital (buku elektronik) menggunakan media komputer (PC/Laptop).
Saat ini komputer sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang dan bukan dianggap barang mewah lagi, karena beragam bentuk dan jenis pekerjaan baik perusahan besar maupun kecil dilakukan dengan menggunakan sarana komputer,contoh dengan  internet, e-mail, chatting, dan video confrence. Dan semakin terjangkaunya harga komputer oleh masyarakat, kegiatan menulis dan membaca dilakukan dengan komputer, termasuk di dalamnya proses pembuatan buku digital,
2)      Sumber daya yang digunakan adalah energi listrik. Dengan demikian,  ketergantungan terhadap bahan baku kertas dapat dikurangi. Kerusakan hutan Indonesia mencapai 3,8 juta hektar per tahun atau sekitar 7,2 hektar rusak setiap menit. Setidaknya dalam hal ini secara tidak langsung, kita ikut berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan.
3)      Ancaman pelapukan kertas dapat di atasi dengan jalan di-scan (konversi dari kertas ke digital/elektronik). Kita bisa mengambil pelajaran pada Perpustakaan Nasional London yang berencana memindahkan sebagian besar buku koleksinya ke dalam bentuk digital.



Daftar Pustaka :
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2012/01/04/memilih-buku-cetak-atau-buku-digital-424655.html