Education and Fashion 2015
Selasa, 02 Juni 2015
Jumat, 15 Mei 2015
Sabtu, 26 Juli 2014
BUKU GUDANGNYA ILMU, MEMBACA ADALAH KUNCINYA
ELEKTRONIK LEARNING
Pengaruh globalisasi merambah berbagai aspek kehidupan
masyarakat, dan yang paling utama dalam hal perkembangan arus informasi dan
teknologi yang berlangsung sangat pesat dan tiada batas. Tingkat persaingan di
antara individu maupun negara sangat tinggi. Kondisi inilah, menuntut adanya
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang seimbang. Peningkatan
kualitas tersebut salah satunya dapat ditingkatkan melalui pendidikan.
Pendidikan tidak lepas dari proses belajar dan pembelajaran. Pembelajaran
merupakan proses pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan
oleh perorangan, kelompok, dan lembaga.
Akan tetapi penyelenggaraan
proses pembelajaran di sekolah-sekolah masih cenderung bersifat teacher
centered. Guru menyampaikan pemaparan materi menggunakan metode ceramah
atau membaca materi yang disajikan dalam slide powerpoint kemudian
melakukan tanya jawab pada siswa. Peran aktif siswa yang kurang dalam
pembelajaran mengakibatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi cenderung
lamban dan hasil yang dicapai siswa masih kurang. Tidak bisa dipungkiri bahwa
pendekatan pendidikan harusnya bersifat dinamis bukan jalan di tempat, demikian
pula gaya belajar yang dialami oleh siswa sudah mengalami perubahan akibat
kemajuan teknologi dan masyarakat yang maju. Pembelajaran dapat dilakukan oleh
siswa tanpa harus bertatap muka dengan guru, demikian sebaliknya guru dapat
melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan sumber belajar lainnya yang pada
setiap saat dapat diakses tanpa mengenal waktu, lingkungan, dan kondisi. Oleh
sebab itu, pembelajaran membutuhkan penggunaan teknologi yang dapat memberikan
informasi dengan mudah dan cepat. Penggunaan teknologi tersebut dilingkungan
pendidikan dikenal dengan E-learning (pembelajaran berbasis komputer).
B.
Pengertian E
- Learning
Banyak orang
menggunakan istilah e-learning yang berbeda-beda, tetapi pada prinsipnya e-learning
adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronik sebagai alat bantunya.
Untuk menyederhanakan istilah, maka electronic learning disingkat
menjadi e-learning. Kata ini terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang
merupakan singkatan dari ‘electronic’dan ‘learning’ yang berarti
‘pembelajaran’. Sehingga sistem
pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran
dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan
di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Sedangkan menurut Departemen
Pendidikan New Zealand dalam Hartoyo (2012: 112 )mendefinisikan e-learning
sebagai: “Learningthat is enabled or supported by the use of digital tools
and content. Ittypically involves some form of interactivity, which may include
on-line interactionbetween the learner and their teacher or peers. E-learning
opportunities areusuall accessed via the internet, though other technologies
such as CD-ROM arealso used.”
Dengan
demikian, e-learning merupakan proses pembelajaran yang dilaksanakan
atau didukung dengan penggunaan sarana atau materi pembelajaran digital. Dalam
pelaksanaannya, terdapat interaksi on-line antara siswa dan guru, maupun
dengan teman sendiri, berarti pula dengan
e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan
manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari
seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat
mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya
yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. E-learning pada umumnya dilaksanakan
melalui internet, meski ada pula yang menggunakan teknologi lain seperti
CD-ROM. Jadi, e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa
bantuan perangkat elektronik seperti audio, videotape, transmisi satelit atau
komputer.
C. Tujuan
E – Learning
Proses pembelajaran
yang dilaksanakan dengan menggunakan dan didukung oleh sarana digital ini bertujuan
untuk memudahkan siswa dalam belajar dan meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran.
Seperti yang dikemukakan oleh Bates dalam Hartoyo (2012: 116) mengemukakan
bahwa tujuan diterapkannya pendekatan e-learning sebagai berikut :
a.
Meningkatkan akses terhadap kesempatan belajar (increase
access to learning opportunity) dan
fleksibelitas siswa dalam belajar. Dalam hal ini, e-learning mampu meningkatkan
kesempatan belajar dan fleksibilitas siswa dalam belajar melalui berbagai
sarana dan metode pembelajaran yang digunakan.
b. Meningkatkan
kualitas pembelajaran (enhance general quality).
c. Mengembangkan
keterampilan dan kompetensi (develop skills and competencies) yang
diperlukan siswa serta memberikan bekal kecakapan digital yang diperlukan dalam
bidang ilmu, profesi, atau karir mereka.
d. Mengakomodasi
beragamnya gaya atau cara belajar (to meet the learning sytles/needs)siswa.
e. Meningkatkan
efektivitas dana (cost effectivinees), terutama pada tataran pendidikan menengah
D.
Karakteristik E-learning
Pembelajaran elektronok ini memiliki
karakteristik antara lain :
a. Memanfaatkan
jasa teknologi elektronik. Guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan
sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal
yang bersifat protokoler dan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
b. Memanfaatkan
keunggulan computer (digital media dan computer networks), bahan ajar
bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga
dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja apabila yang
bersangkutan memerlukannya
c. Memanfaatkan
jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang
berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
Untuk dapat
menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati, Onno W.Purbo (2002)
mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e-learning,yaitu
“sederhana, personal, dan cepat”.
Dengan demikian
pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan materi
pelajaran secara on-line saja, tetapi harus komunikatif dan menarik.
Materi pelajaran didesain seolah peserta didik belajar di hadapan pengajar
melalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet. Sistem yang
sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu
yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan
sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat
diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar
menggunakan sistem elearning-nya.
E.
Kelebihan dan Kelemahan e-Learning
1.
Kelebihan
Ada banyak kelebihan yang terkait dengan
studi online, diantaranya :
1)
pembelajaran jarak jauh dapat menawarkan fleksibilitas
yang lebih besar, karena kita tidak perlu membuang-buang waktu dan uang
2)
Kita dapat memilih program yang benar-benar sesuai
dengan kepentingan atau kebutuhan profesional, karena kita tidak terbatas untuk
kelas yang ditawarkan di tingkat local.
3)
Kita dapat terus bekerja, karena kita tidak perlu
khawatir tentang waktu di jadwal kerja kita.
4)
Studi online ini juga pilihan yang bagus untuk para
pelajar dengan cacat fisik, yang mungkin mencegah mereka dari bepergian ke
kampus tradisional.
5)
Pendidikan online memiliki kemampuan untuk mengatur
waktu belajar kita sendiri.
6)
Kita dapat mencari perubahan promosi atau karier yang
memerlukan pelatihan tambahan
7)
Kita akan siap untuk mempelajari sesuatu yang baru.
2.
Kelemahan
Meskipun ada banyak keuntungan dari pendidikan online, ada juga beberapa
kelemahan, diantaranya :
1) Kurangnya
interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
Kurangnya interaksi ini bisa
memperlambat terbentuknya values dalam proses
belajar mengajar.
2) Kecenderungan
mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong
tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3)
Proses
belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
4) Berubahnya
peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional,
kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information,
Communication and Technology).
kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information,
Communication and Technology).
5) Tidak
semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan
masalah
tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
6) Kurangnya
mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet.
7) Kurangnya
penguasaan bahasa computer
DAFTAR
PUSTAKA
Salma
Dewi P, Mozaik Pendidikan e-learning. Kencana
Jumat, 25 Juli 2014
Kesan dan pesan
KESAN DAN
PESAN UNTUK AYAHANDA DR. HUDIANA HERNAWAN, MS
Tak
terbayang dapat mengikuti perkuliahan di jurusan Teknologi Pembelajaran,
bermimpipun belum pernah sama sekali, apalagi bertemu dengan seorang dosen yang
sangan cerdas, enerjik, serta berpenampilan begitu elegan. Jadi segan kalau
saya harus memberikan kesan, pesan apalagi harus memberikan kritik dan saran
terhadap ayahanda terhormat….
Namun,
karena permintaan ayahanda terhormat dengan berat hati saya berkomentar :
Pertamakali
memasuki perkuliahan di semester 2, saya masih ragu apakah dapat lanjut atau
tidak, apalagi ketika mengikuti perkuliahan tentang Teknologi Informasi yang
ayahanda Hudiana Terhormat ampu, terus terang berat rasanya karena bekal saya
tentang teknologi informasi sangat minim, tetapi saya terus berusaha mengikuti
pembelajaran yang ayahanda berikan dengan penuh keingintahuan dan berkat penjelasan
dari ayahanda yang begitu detail dan sangat jelas Alhamdulillah sedikit demi
sedikit saya memahami tentang teknologi Informasi meskipun belum semahir
teman-teman mahasiswa lainnya yang sudah menguasai teknologi sebelumnya, tapi
dalam hati bertekad “aku harus berhasi…..l!!!”. akhirnya alhamdulilla saya
lanjut sampai sekarang di ujung semester 2 mudah-mudahan lancer sampai selesai,
Amin, Hal ini mungkin salah satunya berkat termotivasi oleh ayahanda yang
sangat cekatan dalam menguasai berbagai program Teknologi Informasi.
Sekarang
saya menyukai apa yang diberikan dalam perkuliahan, namun sebelumnya sepintas
kadang terasa berat apabila menerima tugas yang diberikan oleh ayahanda, tapi
lama-lama saya menyukainya apalagi kalau diberi tugas untuk memposting, suka
banget….saya sangat berterimakasih sekali karena yang tadinya saya awam dengan
Teknologi Informasi, namun sekarang saya jadi mengetahuinya meski masih “
lelengkah halu” hee…dan masih harus terus di bombing terutama berterimakasih
juga buat sahabat saya yang selalu membimbing saya, Pak Wandi….makasih ya….
Akan
tetapi peribahasa mengatakan “tak ada gading yang tak retak” untuk itu sedikit
masukan buat ayahanda, menurut penilaian saya, entah rekan yang lainnya dalam
menjelaskan ayahanda terlalu cepat, terkadang saya kedodoran mengikuti apa yang
ayahanda jelaskan. Yang lain-lain…..saya kira is Ok!
Itu
saja mungkin komentar saya tentang ayahanda, terimakasih atas bimbingan nya…..Hapunteeen
pisan…kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. Hatur nuhun pisan.
Kamis, 24 Juli 2014
BUKU GUDANGNYA ILMU
DIGITAL BOOK SOLUSI YANG BERARTI
Secara umum, orang mengenal dan
mengetahui contoh nyata dari sebuah dokumentasi adalah dari catatan atau tulisan. Dengan catatan dan
tulisan itulah, orang bisa mengetahui maksud yang terkandung dari dokumentasi
tersebut. Dahulu Manusia menyampaikan pesan melalui prasasti, prasasti ini
merupakan salah satu contoh bentuk dokumentasi. Kemudian, setelah kertas
ditemukan oleh bangsa Cina pada tahun 101 Masehi, kegiatan tulis-menulis
semakin maju dan berkembang. Bahkan, setiap peristiwa dan kejadian yang menimpa
umat manusia dapat di abadikan (dokumentasi sejarah) dengan baik.
Seperti kita ketahui, buku cetak
memerlukan dukungan bahan baku (kertas). Bahan baku kertas ini bersumber
dari alam, yaitu tumbuhan dan pepohonan (serat selulosa dan hemiselulosa) yang
mengakibatkan penggundulan hutan terus terjadi. Upaya untuk melakukan
penghijauan kembali (reboisasi), cenderung lambat. Kondisi seperti ini jelas
akan mengakibatkan pasokan bahan baku kertas berkurang. Imbasnya, tentu saja
melambungnya harga kertas. Apabila harga kertas tinggi, maka harga sebuah buku
menjadi mahal.
Memang ironis sekali, di saat bangsa
Indonesia sedang berupaya dengan sungguh-sungguh untuk memberikan layanan
pendidikan kepada rakyat, namun di sisi lain harga buku melambung tinggi. Kondisi
demikian menyulitkan keuangan para orang tua murid yang sebagian besar
melakukan cicilan pembayaran untuk membeli buku, baik tingkat SD, SMP,
SMA, maupun perguruan tinggi.
Tidak menutup mata mayoritas penduduk
Indonesia berada pada golongan menengah ke bawah. Konsentrasi orangtua pada
golongan ini tentu saja tertuju pada masalah biaya ekonomi rumah tangga. Namun,
ada sebagian orang tua yang rela dan ikhlas bersusah payah mengupayakan
anak-anaknya agar dapat membeli buku sekolah. Tujuannya hanya satu, agar
anak-anaknya bisa pandai berguna bagi bangsa dan negara.
Meskipun di tengah impitan harga yang
melonjak tinggi, mereka pihak-pihak yang bergerak di bidang penerbitan media
cetak (pihak penerbit) masih sanggup bertahan dengan segala idealismenya dan
menjaga harga buku supaya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tiada lain
meski tidak dipungkiri di samping berhubungan dengan inkam tetapi ada yang
lebih penting yaitu berkenaan dengan betapa pentingnya arti sebuah dokumentasi
dan bukulah sarananya.
Mengingat begitu pentingnya peran dan
fungsi sebuah dokumentasi, para ahli dan pakar di bidangnya memikirkan cara
untuk membuat sebuah dokumentasi. Dengan tujuan, dokumentasi tersebut mudah
dibaca, dipahami dan digunakan, akan tetapi dari gambaran tersebut masih ada
ancaman lain yang menunggu, yaitu masalah pelapukan kertas. Bila tidak dirawat
dengan baik, buku mudah rusak. Bahkan berbagai gangguan seperti rayap,
lingkungan, dan suhu udara akan berpengaruh pada kelembaban menyebabkan
kualitas sebuah buku cepat sekali mengalami degradasi (kerusakan).
Maka sungguh disayangkan buku yang
sangat tidak ternilai harganya rusak seiring berlalunya waktu. Untuk itu tentu
diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang intensif agar kualitas buku dapat tetap
terjaga dengan baik. Karena dilihat dari segi biaya pun, buku memerlukan dana
yang tidak sedikit.
Selanjutnya, karena kecintaan orang terhadap membaca dan menulis
semakin menurun, maka perlu mendapat dukungan yang maksimal dari pemerintah
untuk menjaga minat warga agar tetap senang membaca dan menulis meskipun banyak
tantangan yang harus dihadapi. Pemerintah bahkan semua orang khususnya yang berkecimpung dalam dunia
pendidikan perlu memikirkan satu terobosan baru untuk menciptakan buku yang
mudah didapatkann dan di akses oleh seluruh warga masyarakat,
Akhirnya para ahli melalui bidang
teknologi informasi berhasil membuat satu inovasi untuk mengatasi
masalah-masalah yang di hadapi dalam proses pembuatan dan perawatan buku cetak.
Inovasi itu adalah lahirnya buku digital (buku elektronik).
Apa sebetulnya Buku Digital atau (Digital
Book) ?
Menurut wikipedia
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital
adalah versi elektronik dari buku.
Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks
atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat
berwujud teks atau gambar. Dewasa ini buku elektronik diminati karena ukurannya
yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur
pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari
dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara
lain adalah teks polos, pdf, jpeg,
doc
lit dan html. Masing-masing format memiliki
kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan juga bergantung dari alat yang
digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut.
Salah satu usaha untuk melestarikan
literatur berbentuk buku yang banyak jumlahnya dan memerlukan biaya perawatan
yang mahal adalah dengan melakukan transfer dari bentuk buku ke bentuk buku
elektronik. Dalam hal ini akan banyak ruang dan juga upaya yang dihemat untuk
merawat literatur-literatur tersebut.
Amazon Menjadi
salah satu perusahaan yang mengembangkan Buku elektronik ini, mereka menggunakan buku elektronik semakin
populer karena dapat dibaca kapan saja dimana saja dengan Kindle, salah satu tablet luncuran mereka. Buku elektronik dapat dibuka dengan
berbagai macam software diantaranya Adobe Acrobat, Microsoft Word dan masih banyak lagi
tergantung format yang dimiliki.
Pendapat lain menyebutkan E-book adalah singkatan dari Electronic Book atau buku
elektronik. E-book tidak lain adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibuka
secara elektronis melalui komputer. E-book ini berupa file dengan format
bermacam-macam, ada yang berupa pdf (portable document format) yang dapat
dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya. Ada juga yang dengan
bentuk format htm, yang dapat dibuka dengan browsing atau internet eksplorer
secara offline. Ada juga yang berbentuk format exe. Pada kebanyakan e-book
menggunakan bentuk format pdf. Karena lebih mudah dalam mempergunakannya dan
mudah dalam mengolah security.
Seiring berkembangnya dunia digital saat
ini, ebook juga berkembang menjadi suatu produk yang sangat disukai oleh
orang-orang. Selain ebook dalam bentuk pdf, kita juga dapat menjumpai ebook
dalam bentuk exe. Sama seperti ebook berbentuk pdf, ebook dalam bentuk exe ini
juga harus kita installernya. Agar nantinya kita dapat membaca ebook tersebut.
Dunia
ebook saat ini memang menjadi suatu trend dan sangat memudahkan orang-orang
penulis untuk dapat menyebarkan tulisan-tulisannya dengan mudah dan gampang.
Dengan pemikiran teknisnya aja, kita dapat membayangkan jika ebook tidak
memakan biaya yang sangat besar seperti halnya dengan sebuah
buku. Macam-macam tulisan banyak terdapat dalam ebook yang mempunyai
berbagai kategori penulisan juga. Nah,anda dapat download e-book gratis dari
saya.
Banyak kelebihan dari buku digital
diantaranya :
1) Penulisan atau pencatatan pada buku
digital (buku elektronik) menggunakan media komputer (PC/Laptop).
Saat ini komputer sudah menjadi
kebutuhan bagi setiap orang dan bukan dianggap barang mewah lagi, karena
beragam bentuk dan jenis pekerjaan baik perusahan besar maupun kecil dilakukan
dengan menggunakan sarana komputer,contoh dengan internet, e-mail, chatting, dan video
confrence. Dan semakin terjangkaunya harga komputer oleh masyarakat, kegiatan
menulis dan membaca dilakukan dengan komputer, termasuk di dalamnya proses
pembuatan buku digital,
2) Sumber daya yang digunakan adalah
energi listrik. Dengan demikian, ketergantungan terhadap bahan baku
kertas dapat dikurangi. Kerusakan hutan Indonesia mencapai 3,8 juta hektar per
tahun atau sekitar 7,2 hektar rusak setiap menit. Setidaknya dalam hal ini
secara tidak langsung, kita ikut berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan.
3) Ancaman pelapukan kertas dapat di
atasi dengan jalan di-scan (konversi dari kertas ke digital/elektronik).
Kita bisa mengambil pelajaran pada Perpustakaan Nasional London yang berencana
memindahkan sebagian besar buku koleksinya ke dalam bentuk digital.
Daftar Pustaka :
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2012/01/04/memilih-buku-cetak-atau-buku-digital-424655.html
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

