ELEKTRONIK LEARNING
Pengaruh globalisasi merambah berbagai aspek kehidupan
masyarakat, dan yang paling utama dalam hal perkembangan arus informasi dan
teknologi yang berlangsung sangat pesat dan tiada batas. Tingkat persaingan di
antara individu maupun negara sangat tinggi. Kondisi inilah, menuntut adanya
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang seimbang. Peningkatan
kualitas tersebut salah satunya dapat ditingkatkan melalui pendidikan.
Pendidikan tidak lepas dari proses belajar dan pembelajaran. Pembelajaran
merupakan proses pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan
oleh perorangan, kelompok, dan lembaga.
Akan tetapi penyelenggaraan
proses pembelajaran di sekolah-sekolah masih cenderung bersifat teacher
centered. Guru menyampaikan pemaparan materi menggunakan metode ceramah
atau membaca materi yang disajikan dalam slide powerpoint kemudian
melakukan tanya jawab pada siswa. Peran aktif siswa yang kurang dalam
pembelajaran mengakibatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi cenderung
lamban dan hasil yang dicapai siswa masih kurang. Tidak bisa dipungkiri bahwa
pendekatan pendidikan harusnya bersifat dinamis bukan jalan di tempat, demikian
pula gaya belajar yang dialami oleh siswa sudah mengalami perubahan akibat
kemajuan teknologi dan masyarakat yang maju. Pembelajaran dapat dilakukan oleh
siswa tanpa harus bertatap muka dengan guru, demikian sebaliknya guru dapat
melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan sumber belajar lainnya yang pada
setiap saat dapat diakses tanpa mengenal waktu, lingkungan, dan kondisi. Oleh
sebab itu, pembelajaran membutuhkan penggunaan teknologi yang dapat memberikan
informasi dengan mudah dan cepat. Penggunaan teknologi tersebut dilingkungan
pendidikan dikenal dengan E-learning (pembelajaran berbasis komputer).
B.
Pengertian E
- Learning
Banyak orang
menggunakan istilah e-learning yang berbeda-beda, tetapi pada prinsipnya e-learning
adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronik sebagai alat bantunya.
Untuk menyederhanakan istilah, maka electronic learning disingkat
menjadi e-learning. Kata ini terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang
merupakan singkatan dari ‘electronic’dan ‘learning’ yang berarti
‘pembelajaran’. Sehingga sistem
pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran
dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan
di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Sedangkan menurut Departemen
Pendidikan New Zealand dalam Hartoyo (2012: 112 )mendefinisikan e-learning
sebagai: “Learningthat is enabled or supported by the use of digital tools
and content. Ittypically involves some form of interactivity, which may include
on-line interactionbetween the learner and their teacher or peers. E-learning
opportunities areusuall accessed via the internet, though other technologies
such as CD-ROM arealso used.”
Dengan
demikian, e-learning merupakan proses pembelajaran yang dilaksanakan
atau didukung dengan penggunaan sarana atau materi pembelajaran digital. Dalam
pelaksanaannya, terdapat interaksi on-line antara siswa dan guru, maupun
dengan teman sendiri, berarti pula dengan
e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan
manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari
seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat
mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya
yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. E-learning pada umumnya dilaksanakan
melalui internet, meski ada pula yang menggunakan teknologi lain seperti
CD-ROM. Jadi, e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa
bantuan perangkat elektronik seperti audio, videotape, transmisi satelit atau
komputer.
C. Tujuan
E – Learning
Proses pembelajaran
yang dilaksanakan dengan menggunakan dan didukung oleh sarana digital ini bertujuan
untuk memudahkan siswa dalam belajar dan meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran.
Seperti yang dikemukakan oleh Bates dalam Hartoyo (2012: 116) mengemukakan
bahwa tujuan diterapkannya pendekatan e-learning sebagai berikut :
a.
Meningkatkan akses terhadap kesempatan belajar (increase
access to learning opportunity) dan
fleksibelitas siswa dalam belajar. Dalam hal ini, e-learning mampu meningkatkan
kesempatan belajar dan fleksibilitas siswa dalam belajar melalui berbagai
sarana dan metode pembelajaran yang digunakan.
b. Meningkatkan
kualitas pembelajaran (enhance general quality).
c. Mengembangkan
keterampilan dan kompetensi (develop skills and competencies) yang
diperlukan siswa serta memberikan bekal kecakapan digital yang diperlukan dalam
bidang ilmu, profesi, atau karir mereka.
d. Mengakomodasi
beragamnya gaya atau cara belajar (to meet the learning sytles/needs)siswa.
e. Meningkatkan
efektivitas dana (cost effectivinees), terutama pada tataran pendidikan menengah
D.
Karakteristik E-learning
Pembelajaran elektronok ini memiliki
karakteristik antara lain :
a. Memanfaatkan
jasa teknologi elektronik. Guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan
sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal
yang bersifat protokoler dan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
b. Memanfaatkan
keunggulan computer (digital media dan computer networks), bahan ajar
bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga
dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja apabila yang
bersangkutan memerlukannya
c. Memanfaatkan
jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang
berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
Untuk dapat
menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati, Onno W.Purbo (2002)
mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e-learning,yaitu
“sederhana, personal, dan cepat”.
Dengan demikian
pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan materi
pelajaran secara on-line saja, tetapi harus komunikatif dan menarik.
Materi pelajaran didesain seolah peserta didik belajar di hadapan pengajar
melalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet. Sistem yang
sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu
yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan
sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat
diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar
menggunakan sistem elearning-nya.
E.
Kelebihan dan Kelemahan e-Learning
1.
Kelebihan
Ada banyak kelebihan yang terkait dengan
studi online, diantaranya :
1)
pembelajaran jarak jauh dapat menawarkan fleksibilitas
yang lebih besar, karena kita tidak perlu membuang-buang waktu dan uang
2)
Kita dapat memilih program yang benar-benar sesuai
dengan kepentingan atau kebutuhan profesional, karena kita tidak terbatas untuk
kelas yang ditawarkan di tingkat local.
3)
Kita dapat terus bekerja, karena kita tidak perlu
khawatir tentang waktu di jadwal kerja kita.
4)
Studi online ini juga pilihan yang bagus untuk para
pelajar dengan cacat fisik, yang mungkin mencegah mereka dari bepergian ke
kampus tradisional.
5)
Pendidikan online memiliki kemampuan untuk mengatur
waktu belajar kita sendiri.
6)
Kita dapat mencari perubahan promosi atau karier yang
memerlukan pelatihan tambahan
7)
Kita akan siap untuk mempelajari sesuatu yang baru.
2.
Kelemahan
Meskipun ada banyak keuntungan dari pendidikan online, ada juga beberapa
kelemahan, diantaranya :
1) Kurangnya
interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
Kurangnya interaksi ini bisa
memperlambat terbentuknya values dalam proses
belajar mengajar.
2) Kecenderungan
mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong
tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3)
Proses
belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
4) Berubahnya
peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional,
kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information,
Communication and Technology).
kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information,
Communication and Technology).
5) Tidak
semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan
masalah
tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
6) Kurangnya
mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet.
7) Kurangnya
penguasaan bahasa computer
DAFTAR
PUSTAKA
Salma
Dewi P, Mozaik Pendidikan e-learning. Kencana