PERAN
MMI DALAM PEMBELAJARAN
Guru
adalah satu-satunya profesi yang dapat mengubah nasib bangsa. Hal ini karena
guru bertugas mendidik dan mengajar anak-anak bangsa, mengubah perilaku, dan
membentuk karakter. Sebuah tugas yang sangat fundamental. Kalau bangsa
Indonesia ingin melakukan perbaikan keadaan Indonesia di masa yang akan datang, harapan itu tentunya tertumpang pada
guru.
Guru
profesionallah yang dapat mencerdaskan bangsa untuk mengubah nasib bangsa ini. Dalam
Undang – Undang guru dan dosen disebutkan beberapa persyaratn guru professional.
Baik kualifikasi maupun kompetensi. Seorang guru professional harus
berkualifikasi pendidikan minimal sarjana
(S1), sedangkan dari kompetensi guru harus memiliki 4 kompetensi,
yaitu :
1. Kompetensi
Paedagogik
2. Kompetensi
Kepribadian
3. Kompetensi
sosial
4. Kompetensi
Profesional
Dari
keempat kompetensi yang sama-sama memiliki fungsi yang sangat penting, salah
satunya yang sedang mendapat perhatian adalah dalam hal kompetensi professional,
dimana pada saat perkembangan
zaman seperti sekarang ini ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi canggih. Karena itu dalam proses pembelajaran sebagi guru professional
perlu juga mengembangkan cara-cara mengajar yang baru pula, di antaranya ialah
cara mengajar dengan mempergunakan komputer terutama dengan MMI. Beberapa pakar
MMI (Muhammad, 2002; Setiawan, 2007), mengemukakan bahwa model pembelajaran MMI
diartikan sebagai suatu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan (message), merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Bentuk-bentuk media
digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar agar menjadi lebih konkret.
Pengajaran menggunakan media tidak hanya sekedar menggunakan kata-kata (simbol
verbal). Dengan demikian, dapat kita harapkan hasil pengalaman belajar lebih
berarti bagi siswa. Muhammad (2002) menekankan pentingnya media sebagai alat untuk
merangsang proses belajar.
Sutopo (2003) menjelaskan bahwa
model MMI dalam banyak aplikasi, pengguna dapat memilih apa yang akan
dikerjakan selanjutnya, bertanya, dan mendapatkan jawaban yang mempengaruhi
komputer untuk mengerjakan fungsi selanjutnya. Model MMI mempunyai banyak
aplikasi untuk menampilkan berbagai animasi dan simulasi, dalam hal ini
simulasi dan animasi dalam setiap konsep . Siswa akan sangat tertolong dengan
model MMI dalam memahami konsep yang abstrak. Karena MMI dapat membuat konsep
yang bersifat abstrak tersebut menjadi lebih konkrit. Selanjutnya konsep yang
sudah konkrit tersebut akan membuat siswa jadi lebih bermakna dalam
pembelajarannya. Metode mengajar ini dikembangkan karena pertama-tama sudah
jelas pada kehidupan modern di masa depan, komputer merupakan suatu alat yang
penting. Dengan bantuan komputer dapat diajarkan cara-cara mencari inforamsi
baru, yaitu dengan menyeleksi dan mengolah pertanyaan, sehingga terdapat jawaban
terhadap suatu pertanyaan itu.
Roestiyah (2001) menjelaskan bahwa
secara teori, komputer mempunyai kekuatan keahlian yang lebih daripada seorang
guru, karena komputer dapat:
1. Menyimpan beberapa informasi
2. Memilih informasi tersebut dengan
kecepatan yang tinggi
3. Menyajikan pada siswa dengan
tanda diagram yang menantang
4. Memberi jawaban tipe kebutuhan
siswa
5. Memberi umpan balik kepada siswa
secara individual secepatnya
6. Memberikan informasi yang
berbedaan dengan siswa yang berbeda pula.
Komputer dengan MMI mulai mendapat
perhatian pada saat digunakan untuk pelatihan dan pendidikan.dimana presentasi
media ini menggunakan beberapa macam teks, chart, audio, video, animasi,
simulasi, atau foto. Jika macam-macam komponen tersebut (teks, chart, audio,
video, animasi, simulasi, atau foto) dapat digabungkan secara interaktif, hal
itu dapat menghasilkan suatu pembelajaran yang efektif (Sutopo, 2003).
Lebih lanjut Levie & Lents dalam Azhar Arsyad (2007: 16)
mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu
fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris.
Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan
mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang
berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi
pelajaran. Media gambar atau animasi yang diproyeksikan melalui LCD (Liquid
Crystal Display) dapat memfokuskan dan mengarahkan perhatian mereka kepada
pelajaran yang akan mereka terima. Hal ini berpengaruh terhadap penguasaan
materi pelajaran yang lebih baik oleh siswa.
Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat
keterlibatan emosi dan sikap siswa pada saat menyimak tayangan materi pelajaran
yang disertai dengan visualisasi. Misalnya, tayangan video gambar simulasi
kegiatan pengelolaan arsip, video penggunaan mesin-mesin kantor, dan
sejenisnya.
Fungsi kognitif media visual
terlihat dari kajian-kajian ilmiah yang mengemukakan bahwa lambang visual atau
gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi
atau pesan yang terkandung dalam gambar. Sedangkan fungsi kompensatoris dari
media pembelajaran dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa media visual
membantu pemahaman dan ingatan isi materi bagi siswa yang lemah dalam membaca
Oleh karena banyak
sekali manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan media pembelajaran, maka guru
sebagai sumber pembawa informasi bagi peserta didik hendaknya menyadari akan
pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran khususnya MMI. Untuk itu sebagai
guru professional hendaknya memahami dan menerapkannya dalam setiap
pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan apa yang
diharapkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar