Senin, 14 Juli 2014

PERAN MMI DALAM PEMBELAJARAN


PERAN MMI DALAM PEMBELAJARAN

Guru adalah satu-satunya profesi yang dapat mengubah nasib bangsa. Hal ini karena guru bertugas mendidik dan mengajar anak-anak bangsa, mengubah perilaku, dan membentuk karakter. Sebuah tugas yang sangat fundamental. Kalau bangsa Indonesia ingin melakukan perbaikan keadaan Indonesia di masa yang akan  datang, harapan itu tentunya tertumpang pada guru.
Guru profesionallah yang dapat mencerdaskan bangsa untuk mengubah nasib bangsa ini. Dalam Undang – Undang guru dan dosen disebutkan beberapa persyaratn guru professional. Baik kualifikasi maupun kompetensi. Seorang guru professional harus berkualifikasi pendidikan minimal  sarjana  (S1), sedangkan dari kompetensi guru harus memiliki 4 kompetensi, yaitu :
1.      Kompetensi Paedagogik
2.      Kompetensi Kepribadian
3.      Kompetensi sosial
4.      Kompetensi Profesional
Dari keempat kompetensi yang sama-sama memiliki fungsi yang sangat penting, salah satunya yang sedang mendapat perhatian adalah dalam hal kompetensi professional, dimana pada saat perkembangan zaman seperti sekarang ini ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih. Karena itu dalam proses pembelajaran sebagi guru professional perlu juga mengembangkan cara-cara mengajar yang baru pula, di antaranya ialah cara mengajar dengan mempergunakan komputer terutama dengan MMI. Beberapa pakar MMI (Muhammad, 2002; Setiawan, 2007), mengemukakan bahwa model pembelajaran MMI diartikan sebagai suatu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (message), merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Bentuk-bentuk media digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar agar menjadi lebih konkret. Pengajaran menggunakan media tidak hanya sekedar menggunakan kata-kata (simbol verbal). Dengan demikian, dapat kita harapkan hasil pengalaman belajar lebih berarti bagi siswa. Muhammad (2002) menekankan pentingnya media sebagai alat untuk merangsang proses belajar.
Sutopo (2003) menjelaskan bahwa model MMI dalam banyak aplikasi, pengguna dapat memilih apa yang akan dikerjakan selanjutnya, bertanya, dan mendapatkan jawaban yang mempengaruhi komputer untuk mengerjakan fungsi selanjutnya. Model MMI mempunyai banyak aplikasi untuk menampilkan berbagai animasi dan simulasi, dalam hal ini simulasi dan animasi dalam setiap konsep . Siswa akan sangat tertolong dengan model MMI dalam memahami konsep yang abstrak. Karena MMI dapat membuat konsep yang bersifat abstrak tersebut menjadi lebih konkrit. Selanjutnya konsep yang sudah konkrit tersebut akan membuat siswa jadi lebih bermakna dalam pembelajarannya. Metode mengajar ini dikembangkan karena pertama-tama sudah jelas pada kehidupan modern di masa depan, komputer merupakan suatu alat yang penting. Dengan bantuan komputer dapat diajarkan cara-cara mencari inforamsi baru, yaitu dengan menyeleksi dan mengolah pertanyaan, sehingga terdapat jawaban terhadap suatu pertanyaan itu.
Roestiyah (2001) menjelaskan bahwa secara teori, komputer mempunyai kekuatan keahlian yang lebih daripada seorang guru, karena komputer dapat:
1. Menyimpan beberapa informasi
2. Memilih informasi tersebut dengan kecepatan yang tinggi
3. Menyajikan pada siswa dengan tanda diagram yang menantang
4. Memberi jawaban tipe kebutuhan siswa
5. Memberi umpan balik kepada siswa secara individual secepatnya
6. Memberikan informasi yang berbedaan dengan siswa yang berbeda pula.
Komputer dengan MMI mulai mendapat perhatian pada saat digunakan untuk pelatihan dan pendidikan.dimana presentasi media ini menggunakan beberapa macam teks, chart, audio, video, animasi, simulasi, atau foto. Jika macam-macam komponen tersebut (teks, chart, audio, video, animasi, simulasi, atau foto) dapat digabungkan secara interaktif, hal itu dapat menghasilkan suatu pembelajaran yang efektif (Sutopo, 2003).
Lebih lanjut Levie & Lents dalam Azhar Arsyad (2007: 16) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris.

Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Media gambar atau animasi yang diproyeksikan melalui LCD (Liquid Crystal Display) dapat memfokuskan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Hal ini berpengaruh terhadap penguasaan materi pelajaran yang lebih baik oleh siswa.

Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat keterlibatan emosi dan sikap siswa pada saat menyimak tayangan materi pelajaran yang disertai dengan visualisasi. Misalnya, tayangan video gambar simulasi kegiatan pengelolaan arsip, video penggunaan mesin-mesin kantor, dan sejenisnya.

Fungsi kognitif media visual terlihat dari kajian-kajian ilmiah yang mengemukakan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Sedangkan fungsi kompensatoris dari media pembelajaran dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa media visual membantu pemahaman dan ingatan isi materi bagi siswa yang lemah dalam membaca
Oleh karena banyak sekali manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan media pembelajaran, maka guru sebagai sumber pembawa informasi bagi peserta didik hendaknya menyadari akan pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran khususnya MMI. Untuk itu sebagai guru professional hendaknya memahami dan menerapkannya dalam setiap pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar