Kamis, 24 Juli 2014

GUDANGNYA ILMU



 
MOBILE LEARNING
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di dalam dunia pendidikan terus berkembang dalam berbagai strategi dan pola, yang pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam sistem e-Learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan media digital, maupun mobile learning (m-learning) sebagai bentuk pembelajaran yang khusus memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi bergerak. Tingkat penetrasi perangkat bergerak yang sangat tinggi, tingkat penggunaan yang relatif mudah, dan harga perangkat yang semakin terjangkau, dibanding perangkat komputer personal, merupakan faktor pendorong yang semakin memperluas kesempatan penggunaan atau penerapan mobile learning sebagai sebuah kecenderungan baru dalam belajar, yang membentuk paradigma pembelajaran yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.
Implementasi atau penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada lembaga pendidikan saat ini sudah menjadi keharusan, karena penerapan TIK dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu institusi pendidikan. Tidak sedikit guru/dosen yang memanfaatkan kemajuan teknologi dengan mengunakan internet sebagai pembelajaran online atau biasa kita dengar dengan online learning. Tren baru dalam dunia e-Learning saat ini adalah dikenal adanya dengan istilah Mobile Learning.
Mobile learning (m-learning) adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan perangkat mobile. Dalam hal ini, perangkat tersebut dapat berupa PDA, telepon seluler, laptop,  tablet  PC,  dan  sebagainya.  Dengan  mobile  learning,  pengguna  dapat  mengakses konten pembelajaran di mana saja dan kapan saja, tanpa harus mengunjungi suatu tempat tertentu  pada  waktu  tertentu.  Jadi,  pengguna  dapat  mengakses  konten  pendidikan  tanpa terikat ruang dan waktu. Hardhono dan Darmayanti (2002); Simamora (2002); Brown (2001);Haryono dan Alatas (2000) menyiratkan bahwa e-Learning itu merupakan konsep belajar jarak jauh dengan menggunakan teknologi telekomunikasi dan informasi. Berdasarkan definisi tersebut, mobile learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pada konsep pembelajaran tersebut mobile learning membawa manfaat ketersediaan materi ajar yang dapat di akses setiap saat dan visualisasi materi yang menarik. Selain itu kemampuan penting yang harus disediakan oleh perangkat pembelajaran m-learning   adalah adanya kemampuan untuk terkoneksi ke peralatan lain terutama komputer, kemampuan menyajikan informasi pembelajaran dan kemampuan untuk merealisasikan komunikasi dua arah antara pengajar dan pembelajar.  Selain itu, dibandingkan pembelajaran konvensional, m-Learning memungkinkan adanya lebih banyak kesempatan untuk kolaborasi secara ad hoc dan berinteraksi secara informal diantara pembelajar.
Sedangkan Clark Quinn [Quinn 2000] Mobile learning didefinisikan sebagai : The intersection of mobile computing and e-learning: accessible resources wherever you are, strong search capabilities, rich interaction, powerful support for effective learning, and performance-based assessment. ELearning independent of location in time or space. Berdasarkan definisi tersebut maka mobile learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Jika dilihat dari kedudukannya Mobile Learning (m-Learning) merupakan bagian dari electronic learning (e-Learning) sehingga, dengan sendirinya, juga merupakan bagian dari distance learning (d-Learning), jika digambarkan maka dapat dilihat seperti gambar skema  di bawah ini :
                                          
                                                             
Gambar 1. Skema dari bentuk m-Learning

Mobile Learning merupakan model pembelajaran yang dilakukan antar tempat atau lingkungan dengan menggunakan teknologi yang mudah dibawa pada saat pembelajar berada pada  kondisi  mobile/ponsel.  Dengan  berbagai  potensi  dan  kelebihan  yang  dimilikinya, Mobile Learning diharapkan akan dapat menjadi sumber belajar alternatif yang  dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses dan hasil belajar peserta didik di Indonesia di masa datang. Program mobile learning yang dimaksud dalam tulisan ini adalah program media  pembelajaran  berbasis ponsel/HP/mobile  yang  terdapat  pada  situs  m-edukasi.net.
Terdapat tiga fungsi Mobile Learning dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction), yaitu :
a)        Suplemen (tambahan)
Sebagai suplement (tambahan), maksudnya adalah bahwa peserta didik mempunyai kebebasan memilih, Dalam hal ini, tidak ada kewajiban atau keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi Mobile Learning. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.
b)        Komplemen (pelengkap)
Sebagai komplemen (pelengkap), artinya bahwa materi diprogram untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas.
c)        Substitusi (pengganti)
Tujuannya  agar  para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktifitas sehari-hari peserta didik. Ada tiga alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu:
1)      sepenuhnya secara tatap muka (konvensional)
2)      sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet
3)      sepenuhnya melalui internet.
Berikut ini ada beberapa manfaat mengenai Mobile Learning dari dua sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan pendidik:
a.       Peserta Didik
Dengan kegiatan Mobile Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengaskses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan pendidik setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi  pembelajaran.  Manakala  fasilitas  infrastruktur  tidak  hanya  tersedia  di  daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaaan, maka kegiatan Mobile Learning akan memberikan manfaat kepada peserta didik.
b.      Pendidik
Dengan adanya kegiatan Mobile Learning, beberapa manfaat yang diperoleh pendidik, antara lain adalah :
a)      lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar
b)      mengembangkan  diri  atau  melakukan  penelitian  
c)      mengontrol kegiatan belajar peserta didik,
d)     mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu;
e)      memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepda peserta didik.
Mobile Learning dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dalam membentuk budaya belajar baru yang lebih modern, demokratis dan mendidik. Budaya belajar adalah bagian kecil dari budaya masyarakat. Budaya masyarakat diartikan sebagai keterpaduan keseluruhan objek, ide, pengetahuan, lembaga, cara mengerjakan sesuatu, kebiasaan, pola perilaku, nilai, dan sikap tiap generasi dalam suatu masyarakat yang diterima suatu generasi dari generasi pendahulunya dan diteruskan acapkali dalam bentuk yang sudah berubah kepada generasi penerusnya (Kartasasmita, 2003).


Daftar Rujukan :

 Davidson-Shivers,   et.al   (2006).   Web-Bassed   Learning:   Design,   Implementation,   and
edukasi.kompasiana.com/.../pembelajaran-berbasis-mobile-online-46579.
http://alisadikinwear.wordpress.com/2012/07/07/mobile-learning-m-learning-solusi-cerdas-   
pembelajaran-terkini/
Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia,Jakarta: Rajawali Pers, 2005.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar