PERANAN TI BAGI GURU DALAM
PEMBELAJARAN
Pesatnya kemajuan Teknologi Informasi serta meluasnya
perkembangan infrastruktur informasi secara global telah mengubah pola dan
kegiatan pendidikan di Negara kita. Seperti dikemukakan oleh Munir (2009:33) bahwa
peranan teknologi informasi dan komunikasi adalah:
a. Dapat menggantikan peran manusia, yaitu
dengan melakukan kegiatan otomasi suatu tugas atau proses
b. Dapat memperkuat peran manusia yaitu
menyajikan informasi, tugas, atau proses
c. Dapat melakukan restrukturisasi
atau melakukan perubahan-perubahan terhadap suatu tugas atau proses.
Dengan demikian kedudukan
dan pemanfaatan TI dalam pembelajaran sudah selayaknya segera diperkenalkan oleh lembaga-lembaga
pendidikan dan memulai penggunaan Teknologi Informasi (TI) sebagai basis
pembelajaran yang lebih mutakhir. Hal ini penting, mengingat penggunaan TI
merupakan salah satu faktor penting yang memungkinkan kecepatan transformasi
ilmu pengetahuan kepada para peserta didik secara lebih luas. Dalam konteks yang lebih
spesifik, dapat dikatakan bahwa kebijakan penyelenggaraan pendidikan, baik yang
diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat harus
mampu memeberikan askes pemahaman dan penguasaan teknologi mutakhir yang luas
kepada para peserta didik (pembelajar). Program pembangunan pendidikan yang
terpadu, terarah dan berbasis teknologi paling tidak akan memberikan multiplier
effect dan nurturing effect terhadap hampir semua sisi pembangunan pendidikan sehinga
TI berfunmgsi untuk meperkecil kesenjangan penguasaan teknologi mutakhir,
khususnya dalam dunia pendidikan. Pembangunan pendidikan berbasis TI setidaknya
memberikan dua keuntungan.Pertama, sebagai pendorong komunitas pendidikan
(termasuk guru) untuk lebih apresiatif dan praktif dalam maksimalisasi potensi
pendidikan. Kedua, memberikan kesempatan luas kepada peserta didik
dalammemanfaatkan setiap potensi yang ada, yang dapat diperoleh
darisumber-sumber yang tidak terbatas. Adapun kedudukan lain TI dalam
pendidikan, yaitu : a. Mempermudah kerja sama antara pakar dan pembelajar,
menghilangkan batasan ruang, jarak dan waktu. b. Sharing Information, sehingga
hasil penelitian dapat digunakan bersama-sama dan mempercepat pengembangan ilmu
pengetahuan. c. Virtual Universty, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang
diakses oleh banyak orang. Pesatnya perkembangan TI khususnya Internet, memungkinkan
pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan.
Di lingkungan perguruan tinggi misalnya, pemanfaatan TI lainnya, yaitu
diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronicuniversty. Layanan
pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui internet yaitu dengan
menyediakan materi pelajaran di dalam jaringan (online) dan materi pelajaran
tersebut dapat di akses oleh siapa saja yang membutuhkan. Hal ini mepermudah
pemberian informasi bagi siapa pun kesulitan informasi karena masalah ruang dan
waktu. Pengembangan dan penerapan TI juga bermanfaat untuk pendidikan kaitanya
dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya
adalah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang
berpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang sering kali tidak
bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan TI
untuk pendidikan.TI sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fasilitator utama
untuk meretakan pendidikan di bumi nusantara sebab TI mengandalkan kemampuan pembelajaran
jarak jauh tidak terpisah oleh ruang, jarak dan waktu. Demi penggapaian
daerah-daerah yang sulit, tentunya penerapan ini dapat dilakukan segera mungkin
di Indonesia. Berbicara tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pendidikan,
agar penggunaanya bisa lebih terarah dan terperinci, maka diperlukan Media
Pembelajaran sebagai alat/bahan dalam penyampaian informasi pembelajaran dengan
menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut. Kata media berasal
dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata
tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar. Akan tetapi sekarang kata tersebut
digunakan, baik untuk bentuk jamak maupun mufrad. Menurut National Education
Association (NEA) memberikan batasan bahwa media merupakan sarana komunikasi
dalam bentuk cetak maupun audio visual 13. termasuk teknologi perangkat
kerasnya. Briggs berpendapat bahwa media merupakan alat untuk memberikan
perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar. Media pembelajaran selalu
terdiri atas dua unsur penting, yaitu unsur peralatan atau perangkat keras
(hardware) dan unsur pesan yang dibawanya (message/software). Dengan demikian
bahwa, media pembelajaran memerlukan peralatan untuk menyajikan pesan, namun yang
terpenting bukanlah peralatan itu, tetapi pesan atau informasi belajar yang
dibawakan oleh media tersebut. Dari berbagai pendapat di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa (a) media pembelajran merupakan wadah dari pesan, (b) materi
yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran, (c) tujuan yang ingin dicapai
ialah proses pembelajaran. Selanjutnya penggunaan media secara kreatifakan
memperbesar kemungkinan bagi siswa untuk belajar lebih baik,mencamkan apa yang
dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan penampilan salam melakukan
keterampilan sesuai dengan yang menjadi tujuan pembelajaran. Dengan konsepsi
yang makin mantap, fungsi media dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya sekedar
alat bantu guru, melainkan sebagai pembawa informasi atau pesan pembelajaran
yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Menurut teori Kerucut Pengalaman oleh Edgar
Dale bahwa pengetahuan akan semakin abstrak apabila pesan hanya disampaikan melalui
kata verbal. Artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa memahami dan
mengerti makna yang terkandung didalamnya. Hal semacam ini akan menimbulkan
kesalahan persepsi siswa. Adapaun manfaat Media Pembelajaran dengan penggunaan
TIK dalam pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. Memperjelas pesan agar tidak
terlalu verlbalistis 2. Mengatasi keterbatasan ruang, jarak dan waktu 3.
Menimbulkan gairah belajar, interaksi labih langsung antara murid dengan sumber
belajar. Sehingga pemahaman siswa dapat
meningkat dan tugas guru menjadi lebih mudah dalam menyampaikan materi, hal ini
berartidapat meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran.
Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang peranan TI
bagi guru dalam upaya meningkatkan profesionalisme, kita pahami dulu apa
sebenarnya profesi. Profesi adalah suatu jenis pekerjaan yang diinginkan atau
dicita-citakan secara khusus, bertumpu pada landasan intelektual yang dalam
mencapainya memerlukan pendidikan dan latihan khusus, memerlukan tolak ukur,
persyaratan khusus dan kode etik suatu badan serta dapat diterapkan pada
masyarakat untuk memecahkan suatu masalah. Sementara pendidik menurut Jumali,
dkk (2004: 39) dalam arti sederhana adalah semua orang yang dapat membantu
perkembangan kepribadian seseorang dan mengarahkannya pada tujuan pendidikan.
Tugas dari pendidik adalah membimbing, mengajar dan melatih peserta didik.
Selanjutnya Wojowasito (1982: 162) meninjau dari
segi bahasa (etimologi), istilah profesionalisme berasal dari Bahasa Inggris
profession yang berarti jabatan, pekerjaan, pencaharian, yang mempunyai
keahlian. Sedangkan secara harfiah profesionalisme dapat diartikan dengan suatu
pekerjaan yang memerlukan keahlian dan ketrampilan tertentu, dimana keahlian
dan ketrampilan tersebut didapat dari suatu pendidikan atau pelatihan khusus. Menelaah
uraian di atas maka jelas, guru adalah orang yang bertanggung jawab terhadap
perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi afektif, potensi
kognitif, maupun potensi psikomotor. Dari pengertian atau definisi “profesionalisme”
dan “guru” diatas dapat ditarik suatu pengertian bahwa profesionalisme guru mempunyai
pengertian suatu sifat yang harus ada pada seorang guru dalam menjalankan
pekerjaanya sehingga guru tersebut dapat menjalankan pekerjannya dengan penuh
tanggung jawab serta mampu untuk mengembangkan keahliannya tanpa menggangu
tugas pokok seorang guru.
Saat
ini peran guru dalam pembelajaran telah diperluas, guru tidak hanya mentransfer
ilmunya kepada siswa, tetapi guru harus memodifikasi pedagogik mereka secara
berkelanjutan, dimana mereka akan menjadi panutan bagi siswa untuk belajar
sepanjang hayat. Hal ini tidak akan tercapai tanpa adanya komitmen besar dan
datang dengan sendirinya. Menawarkan prospek kualitas lebih baik dan lingkungan
belajar yang inklusif, tetapi yang lebih penting adalah keterampilan guru dalam
menggunakan TI, selain itu tingkat pedagogis guru memainkan peran sentral dalam
penerapan TI. Sebagian guru masih menggunakan TI untuk mendukung gaya mengajar
mereka, tetapi belum sepenuhnya sadar untuk berusaha menyesuaikan dengan
peluang yang diberikan oleh teknologi
TI
membuka jalan untuk meningkatkan peran profesional dengan memecah
pemikiran tradisional tentang batas antara sekolah dengan keahlian. Gurupun
juga harus merasa percaya diri ketika bersama seorang siswa yang keterampilan
TInya melebihi mereka. Sebuah kelas yang dinamis akan memadukan antara materi
yang dibuat oleh guru dengan materi yang berasal dari tempat lain.
Agar terjadi
situasi yang menguntungkan harus diadakan interaksi dengan para pembuat
perangkat lunak dengan siswa dan guru.
Berdasarkan
ulasan dari pengertian dan berbagai macam hal mengenai profesionalisme guru dan
TI, maka dapat di kita jabarkan peranan
TI terhadap peningkatan profesionalisme guru yaitu :
a. TI diperkenalkan pada awal
pendidikan guru, dengan tujuan agar guru memiliki keterampilan dalam TI.
- TI membuat dampak yang nyata dalam pembelajaran di sekolah. Sekaligus mengembangkan profesional guru. Tanpa guru strategi TI tidak akan efektif
- Pendekatan dengan memberikan pelayanan pada guru, yaitu memberikan subsidi peralatan TI atau bahkan gratis.
Berdasarkan
beberapa penjelasan di atas dapat dijelaskan bahwa TI sangat berperan dalam upaya
meningkatkan profesionalisme guru. TI merupakan media bagi guru untuk
mengembangkan dan mengaplikasikan pembelajaran di kelas. Sehingga peran TI bisa
dikatakan berperan besar dalam menigkatkan profesionalisme guru karena guru
dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan perkembanagan zaman pada
era globalisasi seperti sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar