Senin, 07 April 2014

Peranan TI untuk guru



PERANAN TI BAGI GURU DALAM PEMBELAJARAN
Pesatnya kemajuan Teknologi Informasi serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi secara global telah mengubah pola dan kegiatan pendidikan di Negara kita. Seperti dikemukakan oleh Munir (2009:33) bahwa peranan teknologi informasi dan komunikasi adalah:
a.    Dapat menggantikan peran manusia, yaitu dengan melakukan kegiatan otomasi suatu tugas atau proses
b.   Dapat memperkuat peran manusia yaitu menyajikan informasi, tugas, atau proses
c.    Dapat melakukan restrukturisasi atau melakukan perubahan-perubahan terhadap suatu tugas atau proses.
Dengan demikian kedudukan dan pemanfaatan TI dalam pembelajaran sudah selayaknya  segera diperkenalkan oleh lembaga-lembaga pendidikan dan memulai penggunaan Teknologi Informasi (TI) sebagai basis pembelajaran yang lebih mutakhir. Hal ini penting, mengingat penggunaan TI merupakan salah satu faktor penting yang memungkinkan kecepatan transformasi ilmu pengetahuan kepada para peserta didik  secara lebih luas. Dalam konteks yang lebih spesifik, dapat dikatakan bahwa kebijakan penyelenggaraan pendidikan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat harus mampu memeberikan askes pemahaman dan penguasaan teknologi mutakhir yang luas kepada para peserta didik (pembelajar). Program pembangunan pendidikan yang terpadu, terarah dan berbasis teknologi paling tidak akan memberikan multiplier effect dan nurturing effect terhadap hampir semua sisi pembangunan pendidikan sehinga TI berfunmgsi untuk meperkecil kesenjangan penguasaan teknologi mutakhir, khususnya dalam dunia pendidikan. Pembangunan pendidikan berbasis TI setidaknya memberikan dua keuntungan.Pertama, sebagai pendorong komunitas pendidikan (termasuk guru) untuk lebih apresiatif dan praktif dalam maksimalisasi potensi pendidikan. Kedua, memberikan kesempatan luas kepada peserta didik dalammemanfaatkan setiap potensi yang ada, yang dapat diperoleh darisumber-sumber yang tidak terbatas. Adapun kedudukan lain TI dalam pendidikan, yaitu : a. Mempermudah kerja sama antara pakar dan pembelajar, menghilangkan batasan ruang, jarak dan waktu. b. Sharing Information, sehingga hasil penelitian dapat digunakan bersama-sama dan mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan. c. Virtual Universty, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh banyak orang. Pesatnya perkembangan TI khususnya Internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Di lingkungan perguruan tinggi misalnya, pemanfaatan TI lainnya, yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronicuniversty. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui internet yaitu dengan menyediakan materi pelajaran di dalam jaringan (online) dan materi pelajaran tersebut dapat di akses oleh siapa saja yang membutuhkan. Hal ini mepermudah pemberian informasi bagi siapa pun kesulitan informasi karena masalah ruang dan waktu. Pengembangan dan penerapan TI juga bermanfaat untuk pendidikan kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya adalah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang berpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang sering kali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan TI untuk pendidikan.TI sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fasilitator utama untuk meretakan pendidikan di bumi nusantara sebab TI mengandalkan kemampuan pembelajaran jarak jauh tidak terpisah oleh ruang, jarak dan waktu. Demi penggapaian daerah-daerah yang sulit, tentunya penerapan ini dapat dilakukan segera mungkin di Indonesia. Berbicara tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pendidikan, agar penggunaanya bisa lebih terarah dan terperinci, maka diperlukan Media Pembelajaran sebagai alat/bahan dalam penyampaian informasi pembelajaran dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar. Akan tetapi sekarang kata tersebut digunakan, baik untuk bentuk jamak maupun mufrad. Menurut National Education Association (NEA) memberikan batasan bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual 13. termasuk teknologi perangkat kerasnya. Briggs berpendapat bahwa media merupakan alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar. Media pembelajaran selalu terdiri atas dua unsur penting, yaitu unsur peralatan atau perangkat keras (hardware) dan unsur pesan yang dibawanya (message/software). Dengan demikian bahwa, media pembelajaran memerlukan peralatan untuk menyajikan pesan, namun yang terpenting bukanlah peralatan itu, tetapi pesan atau informasi belajar yang dibawakan oleh media tersebut. Dari berbagai pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa (a) media pembelajran merupakan wadah dari pesan, (b) materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran, (c) tujuan yang ingin dicapai ialah proses pembelajaran. Selanjutnya penggunaan media secara kreatifakan memperbesar kemungkinan bagi siswa untuk belajar lebih baik,mencamkan apa yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan penampilan salam melakukan keterampilan sesuai dengan yang menjadi tujuan pembelajaran. Dengan konsepsi yang makin mantap, fungsi media dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya sekedar alat bantu guru, melainkan sebagai pembawa informasi atau pesan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Menurut teori Kerucut Pengalaman oleh Edgar Dale bahwa pengetahuan akan semakin abstrak apabila pesan hanya disampaikan melalui kata verbal. Artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa memahami dan mengerti makna yang terkandung didalamnya. Hal semacam ini akan menimbulkan kesalahan persepsi siswa. Adapaun manfaat Media Pembelajaran dengan penggunaan TIK dalam pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verlbalistis 2. Mengatasi keterbatasan ruang, jarak dan waktu 3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi labih langsung antara murid dengan sumber belajar. Sehingga pemahaman siswa dapat meningkat dan tugas guru menjadi lebih mudah dalam menyampaikan materi, hal ini berartidapat meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran.
Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang peranan TI bagi guru dalam upaya meningkatkan profesionalisme, kita pahami dulu apa sebenarnya profesi. Profesi adalah suatu jenis pekerjaan yang diinginkan atau dicita-citakan secara khusus, bertumpu pada landasan intelektual yang dalam mencapainya memerlukan pendidikan dan latihan khusus, memerlukan tolak ukur, persyaratan khusus dan kode etik suatu badan serta dapat diterapkan pada masyarakat untuk memecahkan suatu masalah. Sementara pendidik menurut Jumali, dkk (2004: 39) dalam arti sederhana adalah semua orang yang dapat membantu perkembangan kepribadian seseorang dan mengarahkannya pada tujuan pendidikan. Tugas dari pendidik adalah membimbing, mengajar dan melatih peserta didik.
 Selanjutnya Wojowasito (1982: 162) meninjau dari segi bahasa (etimologi), istilah profesionalisme berasal dari Bahasa Inggris profession yang berarti jabatan, pekerjaan, pencaharian, yang mempunyai keahlian. Sedangkan secara harfiah profesionalisme dapat diartikan dengan suatu pekerjaan yang memerlukan keahlian dan ketrampilan tertentu, dimana keahlian dan ketrampilan tersebut didapat dari suatu pendidikan atau pelatihan khusus. Menelaah uraian di atas maka jelas, guru adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi afektif, potensi kognitif, maupun potensi psikomotor. Dari pengertian atau definisi “profesionalisme” dan “guru” diatas dapat ditarik suatu pengertian bahwa profesionalisme guru mempunyai pengertian suatu sifat yang harus ada pada seorang guru dalam menjalankan pekerjaanya sehingga guru tersebut dapat menjalankan pekerjannya dengan penuh tanggung jawab serta mampu untuk mengembangkan keahliannya tanpa menggangu tugas pokok seorang guru.
Saat ini peran guru dalam pembelajaran telah diperluas, guru tidak hanya mentransfer ilmunya kepada siswa, tetapi guru harus memodifikasi pedagogik mereka secara berkelanjutan, dimana mereka akan menjadi panutan bagi siswa untuk belajar sepanjang hayat. Hal ini tidak akan tercapai tanpa adanya komitmen besar dan datang dengan sendirinya. Menawarkan prospek kualitas lebih baik dan lingkungan belajar yang inklusif, tetapi yang lebih penting adalah keterampilan guru dalam menggunakan TI, selain itu tingkat pedagogis guru memainkan peran sentral dalam penerapan TI. Sebagian guru masih menggunakan TI untuk mendukung gaya mengajar mereka, tetapi belum sepenuhnya sadar untuk berusaha menyesuaikan dengan peluang yang diberikan oleh teknologi
TI membuka  jalan untuk meningkatkan peran profesional dengan memecah pemikiran tradisional tentang batas antara sekolah dengan keahlian. Gurupun juga harus merasa percaya diri ketika bersama seorang siswa yang keterampilan TInya melebihi mereka. Sebuah kelas yang dinamis akan memadukan antara materi yang dibuat oleh guru dengan materi yang berasal dari tempat lain. 
Agar terjadi situasi yang menguntungkan harus diadakan interaksi dengan para pembuat perangkat lunak dengan siswa dan guru.
Berdasarkan ulasan dari pengertian dan berbagai macam hal mengenai profesionalisme guru dan TI, maka  dapat di kita jabarkan peranan TI terhadap peningkatan profesionalisme guru yaitu :
a.       TI diperkenalkan pada awal pendidikan guru, dengan tujuan agar guru memiliki keterampilan dalam TI.
  1. TI membuat dampak yang nyata dalam pembelajaran di sekolah. Sekaligus mengembangkan profesional guru. Tanpa guru strategi TI tidak akan efektif
  2. Pendekatan dengan memberikan pelayanan pada guru, yaitu memberikan subsidi peralatan TI atau bahkan gratis.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas dapat dijelaskan bahwa TI sangat berperan dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru. TI merupakan media bagi guru untuk mengembangkan dan mengaplikasikan pembelajaran di kelas. Sehingga peran TI bisa dikatakan berperan besar dalam menigkatkan profesionalisme guru karena guru dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan perkembanagan zaman pada era globalisasi seperti sekarang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar