Dulu,
sekitar tahun 1992 ketika saya menginjakkan kaki di IKIP Bandung , sekarang UPI.
Saya adalah orang yang sangat ketinggalan dalam hal teknologi, apalagi yang
namanya komputer…uh asiiiing banget buat saya. Maklum dari kampung….he. Yang namanya
komputer saat itu belum ada di kampung saya , televisi saja masih banyak yang
hanya hitam putih termasuk di rumah orang tua saya, tapi televisi berwarna ada
juga sih di rumah-rumah orang kaya meskipun baru beberapa orang saja yang punya.
Makanya ketika masuk UPI saya bengong (olohok …) ketika kakak-kakak di UPI yang
satu tempat kost sudah pada mahir komputer meskipun masih di tempat rentalan.
Suatu
malam saya diajak kakak tingkat, kalau nggak salah Izoer namanya dari jurusan
Psikologi Pendidikan.Dia mengajak saya untuk pergi ke rentalan komputer yang
ada di Sersan Bajuri daerah sekitar UPI. Wah, saya seneng sekali dalam benak
terfikir inilah saatnya untuk mengenal komputer. Sesampainya di tempat rentalan
saya tertegun melihat ada beberapa set komputer yang katakanlah pada waktu itu
pasti komputer yang sudah canggih meski saya tidak tahu entah pentium berapa . Saya hanya melihat saja
ketika kakak tingkat saya sedang
mengerjakan tugas kuliah, lalu saya disuruh membantu untuk membacakan tugas
yang akan di ketik teman saya tadi. Selanjutnya kakak tingkat saya menyuruh
saya untuk menggantikannya mengetik pekerjaannya, of course saya kaget karena
saya memang tidak bisa sama sekali. Saya mencari akal untuk menghilangkan rasa
malu saya, saya bilang saya lagi pusing. Kakak tingkat saya percaya saja saya
bilang begitu, padahal jangankan mengetik pakai komputer, mengetik pakai mesin
tik manual saja saya belum paham.
Waktu
terus berlalu tapi saya belum juga ada kesempatan untuk belajar komputer,
karena yang ada di tempat kostan hanya mesin tik biasa, jadi saya hanya
berkesempatan belajar mengetik pada mesin tik biasa saja. Impian ingin belajar mengetik pakai computer
akhirnya tidak kesampaian sampai saya
menyelesaikan kuliah di UPI.
Tahun
1996 saya diangkat dan ditugaskan menjadi seorang PNS di daerah Garut Selatan. Daerah
yang sangat jauh sekali, berada di daerah terpencil yang jauh dari keramaian,
jangankan ada komputer, kendaraan dan listrik saja belum ada dan impian untuk
belajar komputer pun semakin pupus, hanya mesin tik manual milik inventaris
sekolah saja yang selalu menemani saya dalam
menjalankan tugas sehari-hari.
Angan-angan
saya kembali muncul ketika pada tahun 2000 saya mutasi ke sekolah yang ada di
perkotaan dan kebetulan di sekolah baru tempat tugas saya itu ada komputer, di
sinilah perjuangan pertama saya mengenal dan mempelajari computer meskipun
dengan cara belajar sendiri. Awalnya saya sangat kaku, memegang mouse saja saya
tidak bisa, sampai-sampai saya berputar-putar mengarahkan cursor karena belum bisa, rasanya ingin tertawa
sendiri kalau ingat saat itu. Tapi Alhamdulillah meskipun belum lancar, sejak
saat itu saya sedikit mengenal dan dapat menggunakan komputer.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar